Pernah nggak sih kamu merasa hidup seperti lari tanpa garis akhir?
Pikiran ke masa lalu, penuh penyesalan.
Pikiran ke masa depan, penuh kecemasan.
Sementara yang sedang terjadi sekarang justru terlewat begitu saja.
Buku The Power of Now solusinya. Buku karya Eckhart Tolle ini menyadarkan kita mengenai apa yang sebenarnya sering terlewatkan dan mengapa kita kerap merasa tidak benar-benar hidup.
Kita Terlalu Sibuk di Tempat yang Salah
Pada buku ini ada suatu konsep sederhana namun memiliki arti yang dalam:
Kebanyakan penderitaan manusia berasal dari pikiran mereka sendiri.
Kita hidup sering kali:
- Mengulang masa lalu yang ada di kepala kita
- Membayangkan masa depan yang belum tentu terjadi
Padahal, hidup hanya apa yang terjadi sekarang.
Apa yang kamu lakukan di detik ini, itulah kehidupan.
Masa Sekarang itu Tidak Berisik
Ketika kita sudah sadar akan dimana letak kehidupan yaitu di masa sekarang, lucunya kita akan mulai sadar pula bahwa masa 'sekarang' itu sebenarnya sangat tenang.
Yang berisik itu adalah pikiran kita.
Saat kamu merasa cemas karena seseorang belum membalas chatmu
Atau saat kamu overthinking tentang masa depan karirmu
Atau saat kamu merasa tertinggal dibandingkan orang lain
Itu semua bukan terjadi di masa sekarangmu.
Mungkin saja masa sekarangmu adalah sedang duduk membaca di kamar sendirian
Sedang mendengarkan lagu sambil mengetik tugas.
Setenang itu masa sekarangmu.
Yang berisik adalah apa yang terjadi di pikiranmu.
Kita akan menyadari betapa tenangnya masa sekarang jika mampu hadir dengan utuh.
Belajar Hadir: Cara Penyembuhan Diri
Hadir itu bukan berarti kita berharap hidup langsung menjadi sempurna.
Hadir berarti kita berhenti melawan kenyataan.
Misalnya:
-Kita sedang sendirian di kamar : ya sudah, rasakan kesendirian itu
-Kita sedang sedih : ya sudah, biarkan diri merasa sedih tanpa menghakimi apalagi menghentikan tangis itu
-Kita sedang bahagia : nikmati kebahagiaan tersebut tanpa takut kehilangan
Karena ketika kamu benar-benar hadir,
Kamu berhenti menciptakan penderitaan bayangan.
Kamu berusaha menyadari ketenangan di masa sekarang.
Ketenangan itu Bukan Dicari, Tapi Disadari
Buku ini mengajarkan kita untuk bukan menjadi positif selalu
Namun mengajarkan untuk tidak selalu percaya pada pikiran sendiri.
Ketenangan itu terkadang disadari dari sekitar.
Tentang apa yang ada di genggaman tangan kita sekarang, apa yang dilihat oleh mata, keberadaan kita sekarang.
Ketika kita hadir dengan utuh, ketenangan pun akan datang dengan utuh.
Penutup: Dari Aku
Tahun 2026 ini salah satu resolusiku adalah kembali hadir seutuhnya, bukan hanya raga yang ada namun juga jiwa dan pikiran.
Apa yang terjadi masa lalu aku cerna dan ikhlaskan.
Apa yang akan terjadi di masa depan aku siapkan
Masa sekarang saat aku bisa hadir dan bersiap. Tidak mudah namun kita coba terus, ya!
-RDE
0 Comments
Post a Comment